Manfaat Biospray Bionutric untuk Gagal Jantung

Manfaat Biospray Bionutric untuk Gagal Jantung

Manfaat Biospray Bionutric sebagai obat pendamping dokter dapat membantu  memperbaiki dan meregenerasi jaringan yang rusak atau mati pada jantung , Gagal Jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah gagal jantung kongestif. 

Jenis Gagal Jantung 

Menurut American Heart Association, gagal jantung terbagi ke dalam tiga jenis :

Gagal jantung bagian kiri

Proses pompa darah oleh jantung berawal dari darah yang mengalir dari paru-paru, kemudian menuju atrium kiri dan ventrikel kiri jantung. Setelah itu, darah akan dipompa menuju seluruh bagian tubuh. 

Ventrikel kiri jantung berperan paling besar dalam memompa darah, maka dari itu, ukuran paling bedar dibanding dengan bilik jantung lainnya.

Kegagalan fungsi pada jantung bagian kiri dapat dibedakan menjadi dua subtipe:

Pada saat gagal jantung sistolik, ventrikel kiri jantung tidak mampu berkontraksi dengan normal. Ini artinya, jantung tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk memompa dan mengedarkan darah

Gagal jantung diastolik adalah kondisi ini terjadi, ventrikel kiri jantung tidak mampu rikeks dengan normal karena otot-ototnya menjadi kaku. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak daoat terisi dengan darah yang cukup selama fase jeda di antara setiap denyut. 

Gagal jantung bagian kanan

Fungsi dari jantung kanan adalah memompa darah menuju paru-paru agar terisi dengan oksigen. 

Umumnya, kegagalan pada jantung bagian kanan terjadi akibat adanya kegagalan pada jantung bagian kiri. Jika jantung bagian kiri mengalami masalah 

Manfaat Biospray Bionutric sebagai obat pendamping dokter dapat membantu  memperbaiki dan meregenerasi jaringan yang rusak atau mati pada jantung, Dengan menciptakan otot jantung yang baru dan pembuluh darah jantung yang baru serta sehat di jantung yang sudah sakit.

Resource : https://www.alodokter.com/gagal-jantung

https://www.halodoc.com/kesehatan/gagal-jantung

Baca Juga Stroke mengancam kerusakan otak secara permanen

Parkinson penyakit degeneratif saraf

Parkinson penyakit degeneratif saraf

Parkinson penyakit degeneratif saraf dengan gejala paling sering dijumpai adalah adanya tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kemudian kesulitan untuk memulai pergerakkan dan kekuatan otot. Penyebab terjadinya penyakit parkinson adalah kurangnya jumlah neurotransmitter dopamin di dalam susunan saraf.

Biospray dapat membantu regenerasi pada sel induk embrionik dengan memunculkan neuron pembuat dopamin yang kurang dimiliki pasien parkinson, dimana sel-sel pengganti itu meningkatkan fungsi motorik.

Baca juga Tanda-tanda kesehatan anda terganggu

Faktor Risiko Penyakit Parkinson

  • Usia. Orang dewasa muda jarang mengalami penyakit Parkinson. Penyakit ini biasanya mulai menyerang usia paruh baya hingga usia lanjut, dengan peningkatan risiko seiring bertambahnya usia. Usia 60 tahun atau lebih akan lebih berisiko terserang penyakit ini.
  • Keturunan. Memiliki kerabat dekat dengan penyakit Parkinson akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Namun, risiko ini terbilang kecil, kecuali pengidap memiliki banyak kerabat dalam keluarga dengan riwayat penyakit Parkinson.
  • Jenis kelamin. Pria lebih sering mengidap penyakit Parkinson daripada wanita.
  • Paparan racun. Paparan herbisida dan pestisida diduga meningkatkan risiko penyakit Parkinson.

Penyebab Penyakit Parkinson

Zat yang disebut dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara dua area otak, yaitu substantia nigra dan corpus striatum, untuk menghasilkan gerakan yang halus dan terkendali. Sebagian besar gejala yang berhubungan dengan penyakit Parkinson disebabkan oleh kurangnya dopamin karena hilangnya sel-sel penghasil dopamin di bagian substantia nigra. Ketika jumlah dopamin terlalu rendah, komunikasi antara substantia nigra dan corpus striatum menjadi tidak efektif. Akibatnya, gerakan tubuh pun menjadi terganggu.

Semakin besar tubuh kehilangan dopamin, maka semakin buruk gejala yang berhubungan dengan gerakan. Sel-sel lain di otak juga berdegenerasi dan berkontribusi terhadap gejala-gejala non-gerakan yang berhubungan dengan Penyakit Parkinson.

Meski sudah diketahui bahwa kekurangan dopamin menyebabkan gejala motorik, tapi tidak jelas mengapa sel-sel otak yang menghasilkan dopamin memburuk. Studi genetik dan patologis telah mengungkapkan bahwa berbagai proses seluler, peradangan, dan stres yang disfungsional dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel.

Gumpalan abnormal yang disebut badan Lewy yang mengandung protein alpha-synuclein ditemukan di banyak sel otak pengidap penyakit Parkinson. Fungsi rumpun ini dalam kaitannya dengan penyakit Parkinson tidak dapat dipahami. Secara umum, para ilmuwan menduga bahwa kehilangan dopamin disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Gejala dan Penyebab Penyakit Parkinson

Gejala awal parkinson biasanya cenderung ringan dan tidak disadari oleh penderita. Terdapat 3 gejala utama yang dialami penderita Penyakit Parkinson yaitu tremor, gerak tumbuh melambat dan kaku otot.

Penyakit Parkinson terkait dengan kerusakan atau kematian sel saraf di bagian otak yang disebut susbstantia nigra. Hal itu menyebabkan berkurangnya produksi dopamin sehingga gerakan tubuhpun melambat.

Pengobatan penyakit Parkinson di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi penyakit ini?

Selain secara medis, gaya hidup dan pengobatan rumahan mungkin dapat membantu mengatasi penyakit ini. Berikut adalah beberapa pengobatan rumahan untuk penyakit Parkinson yang bisa Anda lakukan:

  1. Minum obat sesuai resep dokter.
  2. Istirahat yang cukup.
  3. Berolahraga secara teratur, seperti berjalan, berenang, dan lain-lain, yang dapat membantu menjaga otot tetap lentur dan kuat.
  4. Menerapkan pola makan sehat yang mungkin dapat membantu meringankan gejala, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat dan minum banyak air putih.
  5. Mencegah hal-hal yang meningkatkan risiko terjatuh, seperti tidak berjalan mundur, tidak membawa benda berat, dan sebagainya.
  6. Melakukan pengobatan tradisional untuk Parkinson, seperti pijat, meditasi, yoga, dan sebagainya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Referensi:

https://www.halodoc.com/kesehatan/penyakit-parkinson

https://www.alodokter.com/penyakit-parkinson

https://hellosehat.com/saraf/parkinson/penyakit-parkinson/

Kenapa orang usia muda berisiko terkena Diabetes ?

Kenapa orang usia muda berisiko terkena Diabetes ?

Diabetes merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Tak hanya lansia, tetapi juga anak muda. Oleh karena itu, penting untuk mengendalikan faktor resiko diabetes agar Anda dapat mencegah terjadinya penyakit ini dan menjauhi komplikasi.

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin atau menggunakannya dengan efektif. Insulin merupakan hormon yang berperan untuk mengatur gula darah.

Penyebab Diabetes

Diabetes disebebkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah.

Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus dan bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin. Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi atau insulin menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Gejala Diabetes 

Pradiabetes atau diabetes tipe 2 biasanya tidak menunjukkan gejala pada awalnya. Sementara itu, gejala atau ciri diabetes tipe 1 berkembang dengan cepat. Beberapa tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah :

  •  Meningkatkan haus
  • Sering buang air kecil
  • Rasa lapar yang extrem
  • Kelelahan
  • Turunnya berat badan tanpa sebeb
  • Pandangan kabur
  • Luka yang lama sembuh
  • Sering mengalami infeksi, seperti gusi,kulit, vagina.

Sekitar 9,1 juta penduduk Indonesia diperkirakan menderita penyakit diabetes. Berdasarkan kelompok usia, penderita diabetes paling banyak berada pada rentang usia 55–74 tahun. Meski demikian, penyakit ini juga dialami oleh orang muda di usia 20-an hingga 40-an.

Kenapa Orang Usia Muda Berisiko Terkena Diabetes?

Diabetes memang dapat dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin bertambah usia Anda, semakin besar pula risiko Anda untuk terkena diabetes. Hal ini diduga terjadi karena tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin dengan jumlah yang sama seperti saat masih muda.

Selain itu, seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh pun mungkin akan menjadi lebih sulit untuk memanfaatkan insulin, sehingga gula darah dapat lebih mudah meningkat. Meski demikian, bukan berarti orang yang usianya masih muda aman dari penyakit diabetes.

Risiko diabetes tetap bisa terjadi pada orang yang usianya masih muda, terutama jika memiliki faktor risiko berikut ini:

Obesitas

Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas berisiko terkena diabetes. Hal ini terjadi karena jaringan lemak berlebih di tubuh bisa menyebabkan tubuh sulit menggunakan insulin secara efektif. Kondisi ini disebut resistensi insulin.

Selain itu, orang yang obesitas juga berisiko tinggi mengalami sindrom metabolik, yakni salah satu kondisi yang dapat memicu terjadinya diabetes.

Tidak menjaga pola makan

Setiap orang, baik anak-anak, orang dewasa muda, atau bahkan para lansia, akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes apabila tidak menjaga pola makannya dengan baik.

Kebiasaan sering mengonsumsi minuman atau makanan manis, minuman bersoda, dan jarang mengonsumsi serat, seperti buah dan sayuran, diketahui turut berkontribusi dalam meningkatkan risiko diabetes.

Malas olahraga

Jarang berolahraga juga dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes pada kelompok usia muda. Hal ini dikarenakan tubuh kurang mampu menggunakan glukosa dengan efektif sebagai energi apabila jarang bergerak atau berolahraga. Akibatnya, gula darah pun akan cenderung mudah meningkat dan sulit terkontrol.

Faktor genetik atau keturunan

Faktor genetik atau keturunan merupakan salah satu faktor risiko diabetes. Oleh karena itu, risiko terjadinya diabetes di usia muda juga dapat meningkat bila Anda memiliki anggota keluarga, misalnya orang tua atau saudara kandung, yang juga menderita penyakit kronis ini.

Penyakit tertentu

Anda juga berisiko terkena diabetes jika menderita penyakit tertentu, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, sindrom metabolik, atau sindrom polikistik ovarium (PCOS).

Yuk, Kendalikan Gula Darah Sekarang Juga

Untuk mencegah atau mengurangi risiko diabetes, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh:

1. Memeriksa kadar gula darah secara rutin

Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan setelah berpuasa selama 8–10 jam sebelum makan dan 1–2 jam setelah makan. Tes gula darah bisa dilakukan di laboratorium atau di rumah menggunakan alat pemeriksa gula darah (glukometer). Jangan lupa untuk mencatas hasilnya saat melakukan pemeriksaan.

Pada orang yang memiliki faktor risiko diabetes, tes gula darah ini bisa dilakukan setiap 3–6 bulan. Jika gula darah Anda tinggi, Anda dapat melakukan pemeriksaan gula darah puasa dan pemeriksaan HbA1C untuk memastikan apakah Anda menderita diabetes atau tidak.

2. Menjaga asupan dan pola makan

Pola makan yang baik merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah dan mengontrol diabetes. Anda dapat menjaga pola dan asupan makanan dengan berbagai cara berikut ini:

  • Hindari makanan yang tinggi kalori, gula, karbohidrat, lemak jenuh, dan lemak trans, misalnya es krim, kue manis, permen, coklat, daging olahan, dan daging berlemak.
  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, termasuk gandum atau oatmeal.
  • Perbanyak minum air putih dan hindari minuman manis, soda, atau yang mengandung pemanis tambahan.
  • Konsumsi makanan secara perlahan dan kendalikan porsi makan menggunakan piring berukuran kecil saat makan.

3. Berolahraga secara teratur

Tidak hanya baik untuk menurunkan berat badan, olahraga juga dapat membantu Anda mengendalikan kadar gula darah dan mencegah terjadinya resistensi insulin.

Oleh karena itu, luangkan waktu setidaknya 30 menit sehari untuk berolahraga. Anda dapat memilih olahraga yang bersifat ringan, seperti jalan santai, naik turun tangga di rumah, dan yoga. Selama pandemi ini, Anda sebaiknya berolahraga di dalam rumah agar bisa tetap menerapkan physical distancing.

4. Mengurangi stres

Stres bisa membuat tubuh kesulitan mengendalikan gula darah. Untuk mengurangi stres, Anda bisa mencoba meditasi, mendengarkan musik, mengerjakan hobi dan hal lain yang Anda sukai, atau sekadar berbagi cerita dengan teman dan keluarga.

5. Tidak merokok

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, dan retinopati.

Biospray sebagai Penunjang Pengobatan Medis

Biospray membantu menghasilkan sel dan meregenerasi sel yang rusak sehingga pankreas dapat memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. 

Banyak manfaat dari Biospray Bionutric diantaranya

L-Arginine : Meningkatkan pembakaran lemak, memperbaiki sistem kekebalan tubuh, mencegah sel-sel kanker, membantu otot dan meningkatkan peremanjaan sel.

L-Ornithine : Merangsang pankreas untuk memproduksi insulin. Meningkatkan fungsi hati, mengurangi lemak.

L-Glutamine : Meningkatkan penggandaan sel, membangun otot.

L-Lysine : Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hormon-hormon dan enzim.

Referensi 

https://www.alodokter.com/ketahui-faktor-risiko-diabetes-dan-cara-mengendalikannya

https://www.klikdokter.com/penyakit/diabetes

https://bali000.com/things-people-with-diabetes-must-know-about-the-covid-19-vaccines/